Kumpulan Berita Heboh dan Unik di Dunia
Guru Tidak Cukup Hanya Mengajar
Pelajar mengikuti upacara bendera
untuk memeringati HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di SD
Sinduadi 1, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Rabu
(25/11). HUT PGRI atau dikenal dengan sebutan Hari Guru diperingati
setiap tahunnya untuk menghormati jasa para pendidik dalam mencerdaskan
para anak bangsa.
JAKARTA, KOMPAS.com -
Pendidikan sebagai suatu yang penting dalam pembentukan karakter bangsa.
Namun tanpa didukung dengan perangkat yang mumpuni, hal ini sulit
terwujud. Salah satu perangkat penting untuk mewujudkan tugas pendidikan
dalam membangun karakter bangsa ini ada di tangan guru.
Ketua
Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo, mengatakan
bahwa peran guru saat ini hanya diprioritaskan untuk mengajar saja.
Padahal guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi
peserta didik dalam tiap jenjang pendidikan.
"Tapi sayangnya,
sekarang yang dihargai hanya dalam angka kredit maupun kepentingan
kepegawaian hanya mengajar saja. Tatap muka minimal 24 jam dan maksimal
40 jam per minggu," kata Sulistiyo di Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Akibatnya,
tugas lain yang juga diemban oleh para guru ini kurang mendapat
perhatian bahkan terkadang tidak terlaksana secara optimal.
Pasalnya,
para guru ini sibuk memenuhi durasi tatap muka dengan peserta didiknya
sehingga terkadang lolos mengamati perkembangan anak didiknya karena
peran mengevaluasi tadi kurang berjalan.
Tidak hanya itu, adanya
Ujian Nasional (UN) juga makin menguatkan bahwa tugas utama hanya
mengajar saja. Berbagai pendalaman materi disediakan untuk siswa-siswa
pada tingkat akhir untuk memantapkan lagi mata pelajaran yang akan
diujikan.
Namun semuanya hanya sekadar pengajaran, tidak ada
konsultasi atau bimbingan bagi anak-anak didik yang mengalami kesulitan
belajar.
"Ini yang menyebabkan pendidikan susah untuk membangun
karakter bangsa karena guru sebagai kunci keberhasilan pendidikan belum
didorong dan dihargai untuk melakukan keseluruhan tugasnya dengan baik,"
ujar Sulistiyo. "Jadi jika mutu pendidikan dianggap belum baik, ini
persoalan kolektif akibat dari sistem dan kebijakan yang tidak tepat,"
tandasnya.
- See more at: http://infoguruindonesia.blogspot.com/2012/11/guru-tidak-cukup-hanya-mengajar.html#sthash.er3YzW9M.dpuf

