Kumpulan Berita Heboh dan Unik di Dunia
CB Magazine »
Internasional
»
Mark Zuckerberg dituding Pilih Kasih, Nasrani dibela, Muslim terabaikan!
Mark Zuckerberg dituding Pilih Kasih, Nasrani dibela, Muslim terabaikan!
Posted by CB Magazine on Jumat, 20 November 2015 |
Internasional
Suatudunia.com - Facebook sangat tanggap menanggapi Paris yang terkena serangan teroris beberapa waktu lalu. Pengguna saat ini dapat memajang gambar profil dengan latar depan transparan Bendera Prancis dan mereka yang berada di Kota Paris dapat mengabarkan bahwa selamat dengan fitur 'Safety Check'.
Namun, sepertinya Facebook dinilai hanya pedulu dengan teror yang terjadi di Paris saja. Akhirnya, Facebook pun kena bully oleh para netizen terutama pengguna Facebook.
![]() |
| Mark Zuckerberg |
Penyerangan yang diduga dilakukan oleh ISIS ini mengakibatkan 43 orang meninggal dan 239 luka-luka karena serangan di Lebanon tersebut. Namun, pada waktu kejadian tragis di Beirut tersebut, Facebook tak melakukan apapun.
Kejadian Penyerangan di Beirut, Lebanon
Kelompok Militan ISIS sudah menyatakan kalau bertanggung jawab di balik serangan yang terjadi di Beirut, Lebanon.
Pengeboman yang dilakukan oleh ISIS ini menjadi yang paling mematikan di Ibukota tersebut sejak akhir perang sipil Lebanon pada tahun 1990 silam.
Perdana Menteri Lebanon, Tammam Salam menyerukan untuk persatuan dalam menghadapi upaya agar menciptakan perdamaian.
Facebook tidak melakukan apapun mengenai kejadian ini.
Penyerangan Israel terhadap Syria
Konflik yang terjadi di Syria seperti yang sudah diketahui bahwa telah memakan banyak korban. Bahkan, konflik yang mematikan ini juga sudah menyebar ke negara-negara yang berbatasan dengan Syria.
Ketegangan regional pun tidak dapat dihindari karena masalah ini. Penembakan dan pengeboman bukan lagi hal baru yang harus diwaspadai oleh masyarakat di Syria.
Menanggapi hal ini, Facebook juga tidak melakukan apa-apa.
Penyerangan ISIS di Paris
Sebanyak 140 orang dilaporkan tewas dalam serangan teroris secara beruntun di enam lokasi di Paris, Prancis. Di aula konser Bataclan dilaporkan sekira 100 orang tewas, sementara 40 orang lainnya di lima lokasi serangan lainnya.
Di tempat konser music Bataclan sebelah timur Paris, sekelompok pria bersenjata senapan Kalishnikov melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah kerumunan penonton. Petugas dilaporkan berhasil menembak mati tiga penyerang di tempat ini, namun sejumlah warga sipil juga tewas di tempat ini. Demikian dilansir dari Mirror, Sabtu (14/11/2015).
Sementara di stadion Stade de France, tiga penyerang tewas akibat ledakan bom bunuh diri. Adapun warga sipil yang tewas mencapai 35 orang. Letusan senjata juga terdengar di restoran dekat Rue Bichat. Teriakan histeris langsung pecah sesaat setelah serangan akibat jatuhnya korban luka dan jiwa.
Sejumlah orang juga dilaporkan tertembak di rue de Charonne. Laporan sementara serangan terjadi di lima atau enam tempat dalam waktu hampir bersamaan, laporan terbaru serangan juga terjadi di pusat perbelanjaan Les Halles, dekat the Centre Pompidou dan the Louvre.
Komentar dari para Netizen
Adapun berikut adalah komentar dari para netizen yang merasa sangat kesal terhadap facebook:
"Hey Facebook, apakah kami juga bisa memajang warna Beirut di gambar profil?" tanya seorang komedian bernama Sanjay Manaktala di Twitter, seperti dikutip detikINET dari CBS, Minggu (15/11/2015).
"Mark Zuckerberg, saya tidak mengerti mengapa tidak ada fitur safety check untuk Beirut, Lebanon di Facebook. Tolong jelaskan," tulis pengguna Twitter bernama Tina Badran Kfoury.
"Senang mengetahui kalau Facebook meluncurkan safety check, namun memikirkan fakta mengapa itu tidak digunakan di Beirut dan untuk krisis lain di luar Barat," demikian tweet dari Greg Emerson, seorang wartawan senior.
Seperti diberitakan sebelumnya, Facebook telah mengaktifkan fitur Safety for Paris Terror Attacks. "Kami sudah mengaktifkan Safety Check. Jadi jika Anda berada di Paris, Anda dapat menandai diri aman atau memeriksa teman dan keluarga," tulis CEO Facebook Mark Zuckerberg di akun Facebook-nya.
Penggunaan fitur ini berdasarkan lokasi pengguna. Jadi ketika pengguna terdeteksi berada di Paris, Facebook akan langsung meminta mereka menggunakan fitur tersebut. Jika pengguna menandai dirinya aman, maka teman-temannya yang ada di Facebook akan menerima pemberitahuan bahwa pengguna tersebut selamat.
STOP! Kebenaran akan dimulai dari sini
Mark Zuckerberg tidak tinggal diam dalam menanggapi masalah isu yang membuat dirinya dibully oleh sebagian orang di belahan dunia ini. Mark menjelaskan kalau fitur yang disediakan oleh facebook ini merupakan hal baru yang memang baru diaktifkan dan hanya secara kebetulan saja bencana terjadi di Paris.
Untuk penjelasan lengkapnya tentang Safety Check, Anda bisa melihatnya secara langsung di:
Facebook Safety Check
Facebook juga berjanji kalau akan melakukan yang terbaik untuk semua orang tanpa ada pengecualian. Facebook akan bekerja keras untuk dapat melakukan tindakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang diperlukan dengan semaksimal mungkin.
Bagaimana menurut Anda?
Tweet











